Program SMK PK Peroleh Komitmen Investasi Rp 1 Triliun

13 days ago

JawaPos.com – Minat dunia usaha dan dunia industri (dudi) untuk terlibat langsung dalam pendidikan vokasi kian meningkat. Buktinya, komitmen investasi yang diajukan dudi pada program sekolah menengah kejuruan pusat keunggulan skema pemadanan dukungan (SMK PK SPD) 2023 naik nyaris tiga kali lipat.

Sebagai informasi, pada 2022, Ditjen Vokasi sukses menggandeng 349 industri dengan komitmen investasi sebesar Rp 439,25 miliar. Mereka kemudian bekerja sama dengan 373 SMK yang lolos untuk menjalankan program-program yang disyaratkan dalam program SMK PK.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Saryadi Guyatno mengatakan, pada pendaftaran program SMK PK SPD sudah ditutup pertengahan Januari 2023, terdeteksi adanya kenaikan yang signifikan terhadap jumlah dudi yang ingin bermitra. Hal ini pun berdampak pada besaran investasi yang mereka ajukan.

”Tahun ini (komitmen investasi, red) sudah lebih dari Rp 1 Triliun,” ujarnya dalam acara Unite for Education bootcamp Permata Bank, di Bogor, Rabu (25/1).

Dia menduga, kenaikan jumlah investasi ini lantaran batasan jumlah investasi mitra dudi yang diperkecil tahun ini. Dari yang awalnya minimal Rp 300 juta menjadi Rp 200 juta. Kebijakan tersebut diambil agar UMKM bisa ikut terlibat dalam program tersebut. Sehingga nantinya, SMK bisa ikut mendorong perkembangan UMKM di daerah.

”Ini juga berdasarkan masukan industri. Karena ada yang finansialnya tidak sebesar industri-industri besar yang ikut tahun lalu. Tapi mereka tetap ingin ikut berinvestasi,” jelasnya.

Jumlah investasi ini pun, kata dia, nantinya masih diakurasi. Sebab, proses seleksi masih berjalan untuk menjaring mitra dudi maupun SMK untuk terlibat dalam program ini. ”Tahun lalu dari Rp 700-an milyar menjadi Rp 439,25 miliar setelah diakurasi,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia menegaskan, komitmen pemerintah sama. Skema pemadanan dari Kemendikbud masih tetap 1:1. Artinya, besaran investasi Kemendikbud akan disamakan dengan besaran investasi yang diberikan oleh mitra dudi. Sehingga, apabila nantinya total investasi mencapai Rp 1 Triliun maka Kemendikbudristek akan memberikan dana dengan besaran yang sama untuk program yang dijalankan mitra dudi bersama SMK dalam program SMK PK.

Dalam kesempatan yang sama, Director Axioo Class Program – PT Tera Data Indonusa Timmy Theopelus mengaku keterlibatan industri dalam program SMK PK ini tak hanya berdampak positif bagi siswa. Akan tetapi, juga untuk industri. ”Buat kita sangat membantu, mengurangi waktu dan biaya untuk rekrutmen,” ungkapnya.

Menurutnya, ketimbang ikut gelaran bursa lapangan kerja, kerja sama dengan vokasi jauh lebih menguntungkan. Meski sama-sama harus mengeluarkan uang, namun dapat dipastikan lulusan dari SMK PK yang bekerja sama dengan pihaknya sudah matang dan sesuai dengan kebutuhan perusahaannya. Sehingga, tak perlu lagi dilakukan dilakukan pelatihan.

Saat ini pun, setidaknya ada 350 SMK yang telah melakukan sinkronisasi kurikulum dengan pihaknya. ”Karena kita terlibat bukan hanya soal pendanaan. Tapi sampai kurikulum. Lalu, kami terapkan riset pengembangan, purba jual, hingga pemasaran,” jelasnya. Tak heran, bila 40 persen karyawan Axioo merupakan lulusan SMK yang dibina bersama sejak awal.


Comments

Recommendation