14 days ago
MANADO - Sebagai pelopor Dual Karya Seni, yaitu menggabungkan karya seni lukis dan karya seni musik dalam satu kesatuan tema yang sama, sosok Sam Sianata (Liem Sian An), mulai mendapatkan perhatian dari para penyuka seni.
Penggabungan dua unsur karya seni yang berbeda ini, oleh Sam disebut sebagai "eksperimen artistik" yang ke luar dari pakem tunggal sehingga membuka ruang yang lebih luas dalam mengeksplorasi kolaborasi lintas medium seni rupa.
"Dual karya seni ini berbeda namun saling melengkapi, bukan sekadar disandingkan, tetapi memiliki hubungan makna yang memperkuat visi. Ini sebuah karya Multidisipliner seni rupa, seni musik dan sastra, bahkan unsur religius budaya di dalamnya," ujar Sam.
Menurut warga Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) ini, karya tersebut bersifat interaktif, reflektif yang mengajak audiens untuk merenungkan hubungan antara dua bagian karya yang menggugah makna lebih dalam guna mengapresiasi seni secara intelektual dan emosional yang menciptakan harmoni visual dan audio.
Pria yang juga dikenal sebagai seorang pengusaha ini, dalam setiap hasil karyanya selalu menghasilkan konsep dual karya seni, di mana setiap karya tidak hanya menampilkan visual (lukisan) tetapi juga disertai dengan lagu yang di dalamnya berisi puisi atau narasi sastra yang menyatu dengan lukisan tersebut.
Tujuannya adalah menciptakan perpaduan antara ekspresi visual dan ekspresi literer emosional, sehingga penikmat seni tidak hanya melihat tetapi juga merasakan dan memahami maknanya lewat lagu yang mengandung sastra tersebut
Tak heran jika karya dari pelukis yang dijuluki pelukis satu triliun itu, memiliki karya Kombinasi antara seni lukis dan musik, serta maskot selaras yang membuat karyanya selalu unik dan berkelas.
Dua karya lukisan three in one milik Ko Sam, sapaan akrabnya adalah Go Green Taruparwa dan Tapak.
Sosok multitalenta yang sempat memamerkan tujuh karya lukisannya di Denpasar Bali, 5 April 2025 hingga 5 Mei 2025 lalu, telah membuka perspektif baru dalam berkarya, khususnya bagi seniman seniman muda untuk tidak terjebak dalam satu bentuk seni saja.
Gagasannya memperkuat pendekatan interdisipliner dalam seni kontemporer Indonesia dan menjadikan sebuah pengalaman seni yang multi sensorik.