a day ago
Deru mesin kendaraan dan deretan pelat nomor luar kota masih menjadi pemandangan akrab di sepanjang Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Kota Bandung, Minggu (4/1).
Meski masa liburan hampir usai, arus wisatawan dari berbagai daerah belum juga surut, membuat kawasan ini tetap ramai hingga malam hari.
Kendaraan berpelat B, F, T, dan berbagai daerah lainnya silih berganti melintasi jalur yang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan. Dari Simpang Dago hingga Dago Atas, laju kendaraan bergerak padat merayap.
Di sisi jalan, kafe, restoran, dan pusat oleh-oleh tetap ramai oleh pengunjung yang memanfaatkan sisa waktu liburan. Aroma kopi yang keluar dari deretan kafe itu menyeruak di sepanjang jalan.
Ketika malam turun, suasana tak serta-merta menyepi. Justru sebaliknya, arus kendaraan semakin rapat.
Pelat nomor luar kota masih mendominasi jalanan Dago, seolah menandai bahwa liburan belum sepenuhnya berakhir. Bandung menjadi persinggahan terakhir sebelum para pelancong kembali ke rutinitas harian mereka.
Di antara hiruk pikuk itu, Yadi, wisatawan asal Bogor, memilih menikmati malam terakhir liburannya bersama keluarga di kawasan Dago. Jarak yang dekat dan pilihan tempat makan menjadi alasan utama Bandung tetap menjadi tujuan favorit.
“Kami baru pulang malam ini. Mumpung masih libur, sekalian jalan-jalan ke Dago karena banyak tempat makan,” ujarnya.
Keramaian juga terasa di kantong-kantong parkir. Kendaraan keluar-masuk tanpa jeda, mencerminkan tingginya aktivitas pengunjung. Adi, petugas parkir di salah satu tempat makan kawasan Dago, menyebut kondisi ini sudah berlangsung sejak pagi.
“Kalau dilihat dari pelat nomor, lebih banyak luar kota. Bandung cuma sedikit. Dari pagi sampe malam nggak pernah sepi,” ucapnya.
Di ujung liburan, Dago tetap menawarkan pengalaman khas Bandung, romantisme, secangkir kopi hangat, lampu kota yang menyala, dan deru kendaraan yang tak henti mengalir.