Last modified: 2 hours ago
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Program Strategis Nasional Sekolah Rakyat di Provinsi Bali secara daring di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Rakor ini digelar untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali pada 7 Juni lalu.
Dalam rakor tersebut turut hadir Sekretaris Jenderal Robben Rico dan Kepala Pusdiklatbangprof Afrizon Tanjung dan diikuti oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Bali serta pemerintah kabupaten/kota se-Bali.
Rakor ini membahas dua langkah optimalisasi Sekolah Rakyat di Provinsi Bali. Pertama, penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan. Kedua, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
Saat ini, salah satu gedung permanen Sekolah Rakyat sedang dibangun di Kabupaten Karangasem, Bali. Progres pembangunan gedung tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.
“Alhamdulillah, di Kabupaten Tabanan, kita telah menyelenggarakan Sekolah Rakyat Rintisan, yaitu SRMP 17 Tabanan. Sekolah ini sudah berjalan lebih dari 10 bulan, dan telah berjalan dengan baik,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul menyampaikan, setelah dikunjungi Presiden, perkembangan para siswa terlihat makin jelas. Para siswa menjadi lebih disiplin, lebih bugar, dan lebih percaya diri.
Sejak awal Presiden menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Untuk Provinsi Bali, targetnya adalah sembilan titik baru agar Sekolah Rakyat dapat menjangkau seluruh kabupaten/kota.
Lahan untuk Sekolah Rakyat permanen perlu disiapkan oleh pemerintah daerah. Gedung terbengkalai atau aset pemerintah yang tidak terpakai juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat rintisan atau kelas sementara.
Terkait zonasi siswa, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat yang berdiri di lahan milik pemerintah provinsi dapat menerima siswa dari seluruh Bali. Sementara Sekolah Rakyat di lahan milik pemerintah kabupaten/kota diutamakan untuk warga dari kabupaten/kota yang bersangkutan.
“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali yang telah menyediakan lahan pertama sehingga gedung permanen Sekolah Rakyat dapat dibangun. Terima kasih atas peran serta Pemerintah Provinsi Bali dalam menyukseskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Bali untuk mengambil peran koordinasi aktif dalam percepatan usulan Sekolah Rakyat. Ia mengajak seluruh pemerintah daerah di Bali untuk menindaklanjuti arahan Presiden melalui kerja bersama.
“Mari kita sambut arahan Bapak Presiden untuk melakukan optimalisasi dan percepatan penyelenggaraan Sekolah Rakyat melalui kerja bersama. Jika dimungkinkan, kita dapat menyelenggarakan Sekolah Rakyat rintisan tahun ini,” ajak Gus Ipul.
Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan dukungan terhadap arahan tersebut. Pemprov Bali menyatakan siap menindaklanjuti rencana pembangunan Sekolah Rakyat di beberapa titik di Provinsi Bali.
Dalam rakor tersebut, sejumlah kabupaten/kota juga menyampaikan perkembangan usulan masing-masing. Kabupaten Jembrana mengusulkan lahan sekitar 5,9 hektare dan lahan tersebut masih dalam proses survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Kabupaten Bangli telah mengusulkan lahan, namun luasnya masih belum sesuai dengan persyaratan sehingga perlu penyesuaian di lapangan. Kabupaten Buleleng sedang melakukan inventarisasi aset, termasuk bangunan Balai Latihan Kerja atau BLK yang berpotensi digunakan. Kabupaten Klungkung masih dalam proses mencari lahan. Kabupaten Tabanan sedang melakukan pengecekan aset. Sementara Kabupaten Badung juga masih mencari lahan yang sesuai.
Menanggapi laporan tersebut, Gus Ipul kembali menekankan perlunya percepatan khusus untuk Bali.
“Khusus untuk Bali, Presiden berharap ada percepatan. Untuk gedung permanen ini, kami mohon seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali berusaha keras,” ujar Gus Ipul menutup pertemuan.