18 hours ago
Pemerintah Tiongkok baru mengeluarkan pedoman menertibkan tren drama pendek (mikro) atau yang lebih dikenal dracin bertema romansa CEO. Aturan ini menekankan pembuat konten tidak lagi mengagungkan konsep pernikahan yang hanya mengejar kekayaan atau kekuasaan.
Pihak berwenang juga memperingatkan agar konten tidak dibuat hanya untuk mencari perhatian dengan cara pamer harta, kekuasaan, atau gaya hidup mewah. Kabar ini dilaporkan oleh Guangdianshijie, media yang berafiliasi dengan grup penerbitan resmi di Tiongkok.
Pedoman yang dirilis oleh Administrasi Radio dan Televisi Nasional Tiongkok ini meminta para kreator tetap berpegang pada prinsip realistis, saat memproduksi dracin.
Pemerintah Tiongkok meminta kreator berhenti membungkus cerita yang tidak masuk akal dengan kedok "kisah nyata". Menurut laporan tersebut, praktik seperti ini bisa merusak pandangan masyarakat terhadap pengusaha Tiongkok yang sebenarnya dan memperburuk citra dunia bisnis.
Alih-alih fokus dengan keributan keluarga atau drama cinta, kreator disarankan mengangkat kisah perjuangan pengusaha Tiongkok dari sisi sejarah maupun masa kini.
Aturan ini secara khusus melarang promosi konsep pernikahan yang dianggap pansos seperti nikah dengan keluarga CEO yang ternyata kaya raya.
Pedoman ini juga menegaskan dracin dilarang keras mempromosikan paham materialisme, pamer harta, pemujaan kekuasaan, atau gaya hidup hura-hura (hedonisme). Tema dan karakter tokoh utama dalam drama harus sejalan dengan nilai positif masyarakat di Tiongkok.
Dracin tidak boleh lagi mengajarkan pandangan mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma, sukses secara instan, atau kaya raya dalam semalam tanpa kerja keras.