F1: FIA Selidiki Kaos Hamilton di GP Tuscan

1 weeks ago
views
attach_money report_problem

Liputan6.com, Jakarta FIA tengah melakukan penyelidikan terhadap kaos yang dikenakan pembalap Formula 1, Lewis Hamilton selama mengikuti balapan F1 GP Tuscan di Mugello, Italia, akhir pekan lalu. Kaos berwarna hitam tersebut mencuri perhatian gara-gara tulisan yang melekat di bagian depannya.


Pada balapan tersebut, Hamilton diketahui mengenakan kaos bertuliskan,"Tangkap polisi yang membunuh Breonna Taylor". Ini merupakan buntut dari penembakan yang dilakukan polisi terhadap teknisi berkulit hitam di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Taylor tewas ditembak di rumahnya. 


Kasus ini menambah panjang daftar kasus kekerasan yang dilakukan polisi AS terhadap warga kulit hitam. Sebelumnya, AS sempat diguncang unjuk rasa besar gara-gara kematian George Floyd. Pria kulit hitam itu juga meregang nyawa setelah lehernya ditekan menggunakan lutut saat penangkapan. 


"Saya ingin meningkatkan kesadaran tentang orang-orang yang sekarat di jalanan," kata Hamilton seperti dilansir dari Marca.


"Orang-orang itu masih bebas berjalan dan kita tidak bisa istirahat, tidak bisa sama sekali. Kita harus terus menyadarkan semua orang mengenai hal ini," beber Hamilton.



 


FIA Konfirmasi

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton (tengah) melakukan selebsasi usai menempati posisi pertama Formula 1 Grand Prix di Spa-Francorchamps, Spa, Belgia, Minggu (30/8/2020). Posisi kedua dan ketiga diisi pembalap Mercedes Valtteri Bottas serta pembalap Red Bull Max Verstappen. (John Thys, Pool via AP)

Senin lalu (14/9/2020), Juru bicara FIA, mengonfirmasi mengenai penyelidikan yang mereka lakukan terhadap Hamilton. FIA ingin mempelajari apakah tulisan tersebut melanggar aturan terkait ucapan bernada politik dan agama yang selama ini dilarang muncul maupun tertera di mobil yang digunakan.


 


Dibela Mercedes

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton mengemudikan mobilnya selama Formula 1 Grand Prix di Spa-Francorchamps, Spa, Belgia, Minggu (30/8/2020). Lewis Hamilton menempati posisi pertama disusul pembalap Mercedes Valtteri Bottas serta pembalap Red Bull Max Verstappen. (John Thys, Pool via AP)

Aturan ini tidak megatur secara spesifik apakah tulisan yang menempel di kaos dalam juga termasuk di dalamnya. Karena itu, Mercedes segera membela Hamilton dan meyakini dia tidak melanggar aturan.


"Kami tidak memperkenalkan politik ke F 1, ini hanya isu hak asasi umum. Kami hanya ingin menyoroti isu-isu ini dan membangun kesadaran. Dan itu sangat berbeda," bunyi pernyataan Mercedes. 



 


Jauhi Rival

Hamilton seperti diketahui berhasil merebut kemenangan di GP Tuscan, pekan lalu. Kemenangan ini sekaligus memperlebar jarak dengan rival terdekatnya, Valtteri Bottas. Keduanya kini terpaut 55 poin.


 


Saksikan juga video menarik di bawah ini

Sponsored

Others News