3 Hal yang Harus Dilakukan Perempuan Agar Lebih Nyaman saat Bercinta

Last modified: 09 Oct 2022

Ilustrasi pasangan. Foto: zhang tianle/Shutterstock

Ladies, apakah kamu pernah merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri ketika berhubungan intim dengan pasangan? Jika ya, kamu tidak sendirian. Perasaan malu-malu dan tidak nyaman tersebut tak jarang menyebabkan tekanan tersendiri pada perempuan, sehingga menghalangi mereka mencapai kepuasan seksual.

Menurut survei The Pleasure Gap 2022 yang dilakukan oleh Durex dengan platform digital Toluna, 37 persen dari total responden tidak mampu mencapai orgasme ketika bercinta karena adanya distraksi mental. Padahal, seks seharusnya bisa dinikmati oleh kedua belah pihak yang melakukannya, baik laki-laki maupun perempuan.

Hal itulah yang diucapkan oleh psikolog klinis Inez Kristanti pada acara intimate soiree oleh Durex di The Moon at Hotel Monopoli Jakarta, Kamis (6/10).

“Kita seringnya percaya bahwa kepuasan seks itu milik laki-laki. Ada yang mengatakan perempuan harusnya memuaskan, jadinya satu arah saja. Padahal seharusnya, dua-duanya sama-sama puas, jangan satu memuaskan dan satu menerima,” papar Inez.

Psikolog klinis Inez Kristanti (kiri) dan Instagram influencer Namira Monda (kanan) di acara Durex Intimate Soiree #ComeTogether di The Moon at Hotel Monopoli Jakarta, Kamis (06/10/2022). Foto: kumparan

Nah, beredarnya kepercayaan tersebut terkadang membuat perempuan cenderung takut untuk mengekspresikan dirinya ketika bercinta.

Selain itu, tak jarang, perempuan juga tak memiliki edukasi seks yang memadai, sehingga mereka cenderung tidak memahami bagaimana caranya bisa merasa nyaman saat berhubungan intim dengan pasangan.

Lantas, apa yang harus dilakukan oleh perempuan agar bisa merasa nyaman ketika bercinta dengan pasangan? Inez Kristanti memaparkan tiga hal yang harus kamu lakukan terlebih dahulu, Ladies. Simak selengkapnya di bawah ini, ya!

1. Harus merasa nyaman dengan tubuh sendiri

Ilustrasi Vagina. Foto: Shutterstock

Inez menjelaskan, hal pertama yang sering kali dilupakan oleh banyak perempuan adalah perasaan nyaman dengan diri sendiri. Banyak perempuan yang belum mengenal tubuh mereka, termasuk organ seksual mereka.[IKLAN_IKLAN]

Ini disebabkan oleh perasaan takut dan malu ketika mencari tahu tentang organ reproduksi sendiri. Padahal, menurut Inez, organ reproduksi merupakan salah satu bagian tubuh seseorang, sama saja seperti mata, hidung, dan mulut.

“Dengan kita nyaman dengan tubuh kita sendiri, mau eksplor ke mana-mana jadi lebih gampang. Kalau melihat organ milik sendiri saja masih malu, mau bagaimana? Jadi, kita perlu merasa nyaman dulu dengan diri sendiri, dan bukan langsung ekspektasi berlebih ke pasangan. Setelah nyaman, baru kita terjemahkan kenyamanan tersebut ke pasangan,” ungkap Inez.

Ini juga termasuk menerapkan body positivity, Ladies. Inez menegaskan, perempuan tidak perlu merasa insecure dengan tubuh dan organ reproduksi sendiri, karena pikiran buruk justru akan membuat kita tidak nyaman saat bercinta.

“Kalau kita merasa nyaman dengan diri sendiri dan percaya diri, itu lebih menyenangkan juga buat kita. Appreciate that every colour is beautiful, yang penting [organ seksual kita] sehat.”

2. Ketahui apa yang kamu inginkan dalam seks

Ilustrasi Pasangan. Foto: Dok. Shutterstock

Menurut Inez, masih banyak perempuan Indonesia yang belum memiliki pengetahuan seks yang komprehensif. Masih adanya stigma yang mengelilingi perempuan dan pengetahuan soal seksualitas membuat mereka tidak mengetahui apa yang mereka inginkan dari pasangan ketika berhubungan intim.

Tanpa mengetahui apa yang diinginkan, perempuan bisa jadi merasa tidak nyaman ketika bercinta dengan pasangan. Nah, mengetahui apa yang diinginkan merupakan langkah awal bagi perempuan untuk membangun komunikasi soal seks yang baik dengan pasangan.

“Kalau misalkan perempuan merasa, ‘Kok, banyakan dia yang menerima dan aku yang ngasih?’ Kita bisa komunikasikan apa keinginan kita. Namun, kalau kita mau mengkomunikasikan apa yang kita mau, tentu kita harus paham dulu, kita maunya apa? Cari tahu yang nyaman menurut kita seperti apa,” jelas Inez.

3. Berani komunikasikan secara asertif

ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock

Perempuan juga berhak untuk merasa puas dalam berhubungan intim, Ladies. Oleh karena itu, agar bisa merasa nyaman, kita perlu mengomunikasikan apa yang kita inginkan dari pasangan secara asertif.[IKLAN_IKLAN_IKLAN]

“Perempuan yang berani mengajak [bercinta] adalah perempuan yang tahu apa yang dia mau. Dan itu memudahkan hidup laki-laki. Ketika perempuan secara asertif menjelaskan apa yang diinginkan, ya, dihargai,” ungkap Inez.

Demi rasa nyaman dan aman, perempuan boleh meminta laki-laki untuk memakai kondom ketika bercinta, Ladies. Tak hanya itu, perempuan juga berhak untuk menolak berhubungan ketika pasangannya tidak ingin memakai kondom. Tentu saja, hal ini bisa tercapai jika perempuan dan pasangannya melakukan komunikasi dengan baik.

“Seks yang indah adalah ketika keduanya merasa aman dan nyaman. Di situlah kuncinya,” tutup Inez.

Acara intimate soiree ini diselenggarakan sebagai bagian dari kampanye #ComeTogether milik Durex, brand kontrasepsi ternama di Indonesia.

Kampanye ini diluncurkan dengan tujuan untuk mengatasi pleasure gap atau kesenjangan kepuasan yang marak dialami oleh pasangan di Indonesia, menurut survei The Pleasure Gap 2022.

Harapannya, kampanye ini dapat mendorong pasangan untuk semakin aktif berkomunikasi untuk memahami keinginan seksual masing-masing.