3 Pembacok yang Tewaskan Pelajar di Yogya Ditangkap, Sembunyi di Cilacap

Last modified: 8 hours ago

Ilustrasi tersangka pelecehan seksual. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Polisi menangkap tiga pelaku pembacokan yang tewaskan pelajar berinisial AA di depan SMAN 3 Yogyakarta, sekitar Stadion Kridosono Yogyakarta. Pembacokan ini bermula dari aksi saling tantang dua geng sekolah.

Ketiga pelaku sempat bersembunyi di sebuah rumah di Cilacap, Jawa Tengah.

"Pelaku pembacokan yang di Kridosono tadi subuh, Kasat Reskrim beserta jajaran bergabung juga dengan Jatanras Polda berhasil mengamankan tiga orang pelaku di daerah Cilacap," kata Kapolresta Yogya Kombes Pol Eva Guna Pandia di kantornya, Rabu (20/3).

"Satu orang pelajar, dua orang sudah dewasa," tambahnya.

Ketiganya berinisial LA, AF, dan MY. Mereka di struktur gengnya berperan menjadi eksekutor atau fighter.

"Memang ini pelakunya juga geng Vozter. Terus korbannya juga dari geng Trah Gendheng," katanya.

3 Pelaku Masih Dikejar

Pandia mengatakan masih ada tiga pelaku yang diburu kepolisian.

"Kami mengimbau orang tuanya agar segera menyerahkan putranya karena negara kita adalah negara hukum. Segala segala sesuatu perbuatan yang melanggar hukum, apalagi yang menghilangkan nyawa orang, ya maka akan kita proses sesuai aturan," tegasnya.

Bersembunyi di Sebuah Rumah

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian mengatakan di Cilacap pelaku bersembunyi di sebuah rumah.

"Yang mana memang rumah itu diindikasi dari warga juga tempat berkumpulnya para geng-geng motor," kata Adrian.

Adrian mengatakan di kasus pengeroyokan yang menewaskan pelajar di Bantul beberapa waktu lalu, para pelaku juga bersembunyi di rumah itu.

"Beda (geng). Tapi mereka punya ikatan apa ya kaya solidaritasnya tinggi banget.

"(Rumah) itu ada yang punya, namun si pemilik rumah itu ini cerai. Maksudnya si anak (pemilik rumah) itu sendirian di sana, gitu. Broken home lah, gitu kan. Jadi, bebas orang masuk keluar situ," katanya.

Berdasarkan keterangan RT dan RW setempat rumah itu memang jadi permasalahan selama ini. Warga menilai rumah itu sudah jadi tempat penyakit masyarakat.

"Masyarakat sudah sempat ingetin namun orang tua dari pemilik rumah marah-marah dan sebagainya. Bahkan kemarin kita dapat informasi dari Polsek, itu tuh sempat ribut sama warga sekitar 5 apa 4 kali gitu. Ya ribut masyarakat," katanya.

Dari penggerebekan kemarin di rumah itu banyak sekali anak-anak. Namun memang yang terlibat di kasus di Yogya hanya tiga pelaku itu.