Last modified: 3 hours ago
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan pemerintah bisa mendongkrak omzet pelaku UMKM. Ia mengatakan peningkatan kinerja UMKM itu bisa berdampak positif juga ke pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 18 persen sampai 27 persen.
“Yang terkait dengan UMKM tentu ini sangat menunjang daerah, ini mendukung UMKM omzetnya naik 34 persen setelah memperoleh Kredit Usaha Rakyat. Kita siapkan Kredit Usaha Rakyat sekitar Rp 300 triliun (tahun ini),” ujar Airlangga pada acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Jakarta, Senin (25/6).
Berdasarkan data yang dipaparkan Airlangga, realisasi penyaluran KUR hingga 30 April 2026 telah mencapai Rp 112,49 triliun atau sekitar 34,41 persen dari target tahun ini.
Penyaluran terbesar masih didominasi provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 17,13 triliun, Jawa Timur Rp 15,58 triliun, dan Jawa Barat Rp 10,45 triliun.
Secara wilayah, Pulau Jawa menjadi kontributor terbesar penyaluran KUR dengan nilai mencapai Rp 48,81 triliun atau sekitar 50,74 persen dari total nasional. Disusul Sumatera Rp 23,83 triliun, Sulawesi Rp 9,53 triliun, Bali dan Nusa Tenggara Rp 6,57 triliun, Kalimantan Rp 5,94 triliun, serta Maluku dan Papua Rp 1,50 triliun.
Airlangga menjelaskan hingga April 2026, KUR telah disalurkan kepada sekitar 1,54 juta debitur di berbagai sektor usaha.
“Nah kemudian kita lihat realisasi KUR sampai April sampai sekitar Rp 111 triliun. KUR terdiri dari KUR 1,54 juta debitur, (KUR) KPP Rp 14,92 triliun, dan alsintan sekitar Rp 50 triliun,” ujar Airlangga.
Airlangga mendorong penyaluran KUR terus dipercepat agar manfaatnya semakin terasa bagi perekonomian nasional dan daerah.