Last modified: 2 hours ago
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan pengembangan jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek dan sekitarnya. Program tersebut mencakup perluasan sejumlah jalur yang sudah beroperasi untuk meningkatkan kapasitas layanan transportasi publik.
Hal itu disampaikan Andre usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).
Menurut Andre, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan transportasi berbasis rel guna mendukung mobilitas masyarakat perkotaan yang terus meningkat.
“Pak Prabowo memberikan perhatian besar kepada para pengguna kereta atau anak kereta. Karena itu, pemerintah akan memperluas jaringan KRL agar masyarakat memiliki pilihan transportasi yang semakin nyaman dan terjangkau,” kata Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR.
Ia menjelaskan, jalur KRL Jakarta-Cikarang yang saat ini beroperasi akan diperpanjang hingga Cikampek dan selanjutnya menuju Purwakarta. Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun ini.
Selain itu, pemerintah juga berencana memperpanjang layanan KRL Jakarta-Bogor hingga Sukabumi. Sementara pada koridor Jakarta-Rangkasbitung, peningkatan kapasitas stasiun akan dilakukan terlebih dahulu sebelum pengembangan jalur menuju Cilegon, Banten.
“Ke depan akan ada pengembangan KRL Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Cilegon. Ini merupakan bentuk keberpihakan Presiden Prabowo terhadap masyarakat pengguna transportasi publik,” ujar Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Andre menuturkan pengembangan jaringan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkutan penumpang KRL secara signifikan. Saat ini jumlah pengguna KRL mencapai sekitar 1,1 juta hingga 1,3 juta orang per hari.
“Saat ini jumlah pengguna KRL berkisar 1,1 hingga 1,3 juta orang per hari. Dengan pengembangan jaringan dan peningkatan kapasitas yang direncanakan, targetnya bisa meningkat hingga sekitar 1,6 juta pengguna per hari,” katanya.
Menurut Andre, perluasan jaringan KRL tidak hanya akan memperluas jangkauan layanan transportasi publik, tetapi juga membantu mengurangi kemacetan dan mendorong pertumbuhan kawasan penyangga Jakarta.
“Ini investasi jangka panjang untuk transportasi publik Indonesia. Semakin banyak masyarakat menggunakan kereta, semakin efisien mobilitas dan semakin baik kualitas hidup masyarakat perkotaan,” tutup Andre.