Last modified: 3 hours ago
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengaku penasaran dengan sosok di balik lagu viral ‘My Little Bolu Ketan’ yang sedang ramai di media sosial.
Bahkan, Bahlil menyatakan rasa penasaran dan keinginan untuk bertemu dengan pembuat lagu tersebut.
Hal itu disampaikan Bahlil saat berbincang dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, yang diunggah di akun Instagram Raffi, Jumat (29/5).
“Kalau itu asli penasaran, adinda, saya akan minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untukmu berbincang-bincang sekaligus makan. Karena penasaran juga saya,” kata Bahlil.
Bahlil mengatakan, lagu itu bahkan menjadi bahan candaan di lingkungan keluarganya.
“Saya lagi ibadah umrah, pagi-pagi bangun, anak saya aja ketawain saya. ‘Bapak MBG’, wah,” tuturnya.
Ia menegaskan tidak mengetahui siapa sosok yang membuat lagu tersebut. Karena itu, rasa penasarannya besar untuk bisa bertemu langsung dengan kreator lagu yang viral tersebut.
“Saya sendiri nggak tahu, dan itu alami sekali. Dan saya sendiri penasaran ini siapa yang buat. Jadi kalau boleh, bisa temukan, saya pengen sekali ketemu,” ungkap Bahlil.
Bahlil menghargai kreativitas anak-anak muda yang memanfaatkan media sosial untuk berkarya. Menurutnya, kreativitas merupakan hal yang perlu diapresiasi selama digunakan dalam koridor yang positif.
“Tetapi saya menghargailah kreativitas orang-orang ya anak-anak muda sekarang, itu teman-teman ya. Cuma satu aja saran saya, di era demokrasi sosmed ini penting. Namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur,” kata Bahlil.
Bahlil juga mengingatkan agar kreativitas yang muncul di media sosial tidak menyinggung isu-isu sensitif yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.
“Betul, contoh jangan sampai masuk ke SARA. Nggak boleh, karena apa, itu akan memicu solidaritas kita sesama anak bangsa. Jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar,” jelas Bahlil.
Sebagai pejabat publik, Bahlil mengaku memahami bahwa dirinya harus siap menerima berbagai bentuk perhatian maupun respons dari masyarakat, termasuk yang muncul dalam lagu yang memuat lirik ‘Mas Bahlil Ganteng’ itu.
“Ya risiko jadi pejabat publik, harus menerima semuanya,” pungkasnya.