China Rilis Peta Geologi Bulan Paling Detail, Begini Penampakannya

17 days ago

Peta Bulan berwarna yang ditangkap oleh sistem pencitraan Galileo NASA. Foto: NASA/JPL-Caltech

China baru-baru ini merilis peta geologi Bulan paling detail yang pernah dibuat. Peta geologi beresolusi tinggi ini merupakan pembaruan pertama informasi Bulan sejak program Apollo NASA pada 1960-an dan 1970-an.

Peta tersebut dibuat dalam waktu yang cukup lama, dibutuhkan sekitar 100 peneliti dan lebih dari satu dekade untuk menyelesaikannya. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian, mereka berhasil membuat ganbar permukaan Bulan dengan sangat detail, menunjukkan 14 kategori struktur, 17 jenis batuan, 81 cekungan tumbuhan, dan 12.341 kawah.

Adapun peneliti memulai proyek pemetaan ini pada 2012 dengan tujuan untuk mempermudah pemilihan lokasi pendaratan dan lokasi sumber daya untuk misi Bulan masa depan China.

Para ilmuwan yang membuat peta tersebut–tersedia dalam bahasa Mandarin dan Inggris– mengatakan bahwa peta berguna juga bagi negara lain, bukan hanya China.

Detail peta geologi bulan yang dirilis oleh ilmuwan Tiongkok pada tahun 2022. Foto: Chinese Academy of Sciences

“Atlas geologi Bulan sangat penting untuk mempelajari evolusi Bulan, memilih lokasi untuk stasiun penelitian Bulan di masa depan, dan memanfaatkan sumber daya Bulan,” ujar Ouyang Ziyuan, peneliti utama dan profesor peneliti di Institute of Geochemistry of the Chinese Academy of Science, kepada kantor berita negara Xinhua.

“Ini juga dapat membantu kita lebih memahami Bumi dan planet lain di tata surya, seperti Mars.”

Peneliti membuat peta menggunakan data dari misi Change-1, sebuah pesawat ruang angkasa tak berawak yang memindai permukaan Bulan dari orbit antara 2007 dan 2009. Pengamatan terbaru diambil dari permukaan Bulan oleh Change-3 dan Change-4 pada 2013 dan 2019, mengonfirmasi pengamatan yang diambil dari orbit.

Peneliti juga mengambil referensi silang data mereka dengan data dari wahan Chandrayaan-1 India dan misi GRAIL serta Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA.


Comments