3 hours ago
Pabrikan asal Vietnam, VinFast, mencatat rekor baru pada bulan penutup tahun 2025. Dua model VinFast masuk kelompok 10 besar mobil terlaris di Indonesia.
Mengacu data wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), VinFast VF e34 atau Nerio Green di posisi lima mendulang 4.522 unit dan VinFast VF5 atau Herio Green di peringkat kesembilan dengan meraih 3.031 unit.
Namun, dominasi Toyota Kijang Innova di pasar mobil nasional masih belum padam. Keluarga Innova yang saat ini terdiri dari model Innova Zenix sebagai generasi keempat dan pendahulunya Innova Reborn kembali mempertahankan predikat sebagai mobil terlaris Desember 2025.
Berdasarkan data wholesales Toyota Kijang Innova mengantongi 6.474 unit yang terdiri dari 2.018 unit Zenix dan Reborn 4.456 unit.
Kemudian, posisi kedua langsung datang dari segmen kendaraan komersial, diisi oleh Daihatsu Gran Max Pick Up dengan torehan 5.350 unit. Capaian ini menunjukkan bahwa dominasi Gran Max di kelas pick up masih menjadi pilihan untuk pelaku usaha.
Adapun model dengan julukan ‘mobil sejuta umat’ yakni Toyota Avanza meraih total penjualan 4.931 unit, dengan 135 unit di antaranya merupakan Toyota Transmover.
Penurunan drastis dialami BYD Atto 1, setelah dua bulan sebelumnya menorehkan penjualan fantastis, mobil listrik termurah BYD ini harus puas di peringkat ketiga dengan raihan 4.853 unit.
Sementara, crossover anyar Suzuki Fronx meraup total 3.588 unit, mengungguli Toyota Calya sebanyak 3.507 unit dan Toyota Rush 3.147 unit.
Sementara itu, duo Low Cost Green Car (LCGC) terpuruk. Toyota Agya hanya meraup 2.004 unit, masih di bawah Honda Brio yang membukukan 2.165 unit.
Bicara keseluruhan pasar otomotif nasional, sepanjang tahun 2025 asosiasi mencatat wholesales sebanyak 803.687 unit. Angka tersebut turun 7,2 persen dibandingkan periode serupa di 2024 yang mencapai 865.723 unit.
Kondisi ini juga tercermin pada penjualan ritel. Sepanjang 2025, penjualan dari diler ke konsumen tercatat sebanyak 833.692 unit, turun 6,3 persen dibandingkan penjualan ritel 2024 yang berada di level 889.680 unit.
Pelemahan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja pasar. Meski tahun 2025 industri otomotif Indonesia menerima ragam produk dengan terobosan teknologi dan harga kompetitif dari sejumlah merek China.