Diprotes Warga, Pemprov Jateng Akan Perbaiki Jalan Randublatung-Cepu

Last modified: an hour ago

Warga Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menanami pohon pisang di ruas jalan Randublatung-Cepu. Foto: Dok. Istimewa

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora akan diperbaiki. Pekerjaan dengan anggaran Rp 5,276 miliar ini sudah memasuki tahapan pelelangan.

Sebelumnya, warga Randublatung, Blora, menanami pohon pisang di di jalan provinsi ruas Randublatung-Cepu sebagai bentuk protes jalan rusak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan anggaran Rp 5,276 miliar itu dialokasikan untuk menangani perbaikan ruas jalan yang rusak berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.

"Sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi," ujar Henggar dalam keterangannya, Senin (1/6).

Selain itu, tiga ruas jalan yakni ruas Singget-Doplang-Cepu di Kabupaten Blora juga akan dilakukan perbaikan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Anggarannya mencapai Rp 46,6 miliar.

"Dan ini telah kita usulkan ke Inpres Jalan Daerah. Jadi masuk ke IJD, mudah-mudahan semuanya dapat terlaksana dengan baik," jelas Henggar.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh jajarannya merespons cepat setiap keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur di wilayahnya.

Menurutnya, berbagai keluhan yang viral di media sosial harus menjadi bahan evaluasi agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Luthfi juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dalam perbaikan jalan. Ia juga meminta agar penanganan tidak dilakukan secara asal-asalan.

"Jangan asal-asalan. Harus dikerjakan secara profesional," tegas Luthfi.

Ia juga meminta ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat mendapat prioritas penanganan.

"Balai dan dinas harus memperhatikan ini. Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas penanganannya," ungkap Luthfi.

Pemprov Jateng dalam keterangannya juga menyampaikan terima kasih atas seluruh kritik dan masukan yang konstruktif dari masyarakat. Masukan ini jadi bagian penting dari kolaborasi positif antara pemerintah dan masyarakat, dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang makin baik di berbagai sektor, tidak hanya infrastruktur tetapi juga sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.