Foto: Menyusuri Tradisi Nyadran Kyai Kramat di Temanggung
Last modified: a day ago
Sejumlah warga membawa Tenong berisi berbagai jenis makanan dan nasi Tumpeng saat tradisi Nyadran Kyai Kramat di areal pemakaman Desa Tlogopucang, Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026). Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO
Tenong tersebut didoakan sebelum disantap bersama-sama. Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO
Ribuan warga yang sebagian besar petani kopi tersebut rutin menggelar tradisi Nyadran setiap bulan Suro penanggalan Jawa sebagai ajang silaturahmi, wujud kerukunan masyarakat pedesaan sekaligus untuk mengirim doa kepada arwah leluhur dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO
Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO
Di lereng sejuk Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terdapat sebuah tradisi yang hingga kini masih dijaga dengan penuh khidmat oleh masyarakat setempat, yakni Nyadran Kyai Kramat di Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan.
Setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa, ribuan warga berkumpul di areal pemakaman desa sambil membawa tenong berisi aneka makanan dan nasi tumpeng.
Warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani kopi berjalan beriringan menuju lokasi tradisi. Mereka mengenakan pakaian rapi dan membawa tenong di atas kepala maupun di tangan.
Sebelum disantap bersama, seluruh hidangan terlebih dahulu didoakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sejumlah warga menyantap makanan bersama saat tradisi Nyadran Kyai Kramat di areal pemakaman Desa Tlogopucang, Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026). Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO