Gelar RUPS, Alfamart Berhasil Raih Laba Bersih Rp106,94 Triliun

4 days ago

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Kantor Pusat Alfamart, Tangerang, Kamis (16/05/2024). Foto: Dok. Alfamart

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Perseroan; Alfamart; IDX: AMRT) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Kantor Pusat Alfamart, Tangerang, Kamis (16/05/2024).

Agenda RUPS Tahunan kali ini adalah persetujuan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, termasuk pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2023, penunjukan kantor akuntan publik yang akan mengaudit pembukuan Perseroan untuk tahun buku 2024 dan menetapkan honorarium serta persyaratan lain sehubungan dengan penunjukan kantor akuntan publik tersebut, penentuan honorarium dan tunjangan lainnya dari anggota Dewan Komisaris Perseroan serta persetujuan atas perubahan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.

Selain membahas agenda RUPS Tahunan, Perseroan juga menjelaskan kinerja Perseroan serta kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan pada tahun 2023.

Perekonomian nasional Indonesia pada tahun 2023 menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang cukup baik meskipun dihadapkan pada disrupsi ekonomi global. Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik, Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05% year-on-year (yoy) pada tahun 2023. Pertumbuhan ini menandai pemulihan yang kuat pasca pandemi COVID-19 dan menunjukkan ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi yang sulit.

Menurut Tomin Widian, Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, “Perseroan mencatat pencapaian yang positif dalam hal kinerja keuangan di tahun 2023. Pendapatan bersih konsolidasian meningkat 10,34% menjadi Rp106,94 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp96,92 triliun, hal ini mencerminkan pertumbuhan yang stabil dalam penjualan produk dan layanan. Peningkatan ini juga didorong oleh penambahan jumlah gerai Perseroan dan Entitas Anak sepanjang tahun 2023,” ungkapanya.

Dijelaskan pula oleh Tomin, gerai Perseroan dan Entitas Anak sepanjang 2023 tumbuh sekitar 9% atau sebanyak 1.872 gerai, sehingga total gerai menjadi 22.670 gerai yang terdiri dari 19.087 gerai milik Perseroan dan 3.583 gerai milik Entitas Anak (termasuk gerai stock point).

“Hal ini mengindikasikan kepercayaan diri Perseroan dalam mengambil langkah-langkah untuk memperluas cakupan pasar dan meningkatkan penetrasi di segmen konsumen yang berbeda,” ungkap Tomin.

Di tahun 2023 Perseroan masih terus mengembangkan kustomisasi layanan di mana Perseroan melakukan analisa big data kepada lebih dari 16 juta pelanggan agar penawaran produk dan promosi sesuai serta relevan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan. Selain itu untuk menjawab tantangan era revolusi industri 4.0, Perseroan mendorong inisiatif digitalisasi sehingga kinerja Perseroan dapat menjadi lebih efektif dan efisien.

Perubahan preferensi sebagian konsumen yang lebih memilih belanja secara online mendorong Perseroan untuk lebih adaptif dalam menciptakan pengalaman belanja yang terintegrasi dan mengembangkan omni channel, melalui aplikasi Alfagift.

Tomin mengatakan pada tahun 2023, dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang solid di tengah tantangan inflasi yang menyebabkan kenaikan biaya distribusi dari gudang ke tiap gerai, Perseroan menambah Distribution Center untuk meminimalisasi biaya tersebut. Perseroan juga berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pemasok untuk menjaga ketersediaan produk dan juga menjalankan promosi yang efektif agar kenaikan harga dapat diimbangi.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Kantor Pusat Alfamart, Tangerang, Kamis (16/05/2024). Foto: Dok. Alfamart

Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, Perseroan melakukan analisa mendalam dengan pemanfaatan teknologi yang sesuai, atas proses bisnis yang dilakukan, di antaranya Demand Forecasting yang merupakan upaya untuk mengetahui jumlah produk untuk dikirimkan ke gerai sesuai kebutuhan dan Analisis Beban Kerja untuk pengalokasian jumlah karyawan di seluruh lokasi kerja, sehingga Perseroan dapat meningkatkan produktivitas dengan menggunakan perbaikan standardisasi rasio karyawan.

Memasuki tahun 2024, Perseroan optimis dapat mencetak kinerja yang lebih baik. Perseroan menilai dengan meningkatnya stabilitas ekonomi dan kenaikan pendapatan masyarakat, diharapkan daya beli konsumen akan mengalami peningkatan.

Hal ini dapat mendorong permintaan atas produk-produk ritel, termasuk produk-produk kebutuhan pokok yang menjadi fokus utama Perseroan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan bisa mencapai 5,0% pada tahun 2024 (sumber: IMF, 2023).

Perseroan juga terus berkomitmen untuk menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan dan menjadikan Alfamart sebagai gerai komunitas yang kehadirannya dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Pada tahun 2023 Perseroan telah mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kinerja keberlanjutannya, dengan fokus pada lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG). Dari aspek lingkungan Perseroan telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan dengan menggunakan panel surya di 22 lokasi kantor cabangnya. Langkah ini membantu mengurangi emisi karbon serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

Alfamart meluncurkan program CSR Kampung Alfamart Sahabat Bumi sebagai upaya untuk menciptakan ekosistem sosio ekonomi berbasis lingkungan di 5 kota/ kabupaten. Selain itu, Perseroan juga membangun pengolahan air limbah untuk keperluan non-hygiene guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Selanjutnya dari aspek sosial guna mendukung lingkungan kerja yang inklusif, Perseroan secara konsisten memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk menjadi karyawan melalui program Alfability. Sampai dengan 2023, Perseroan dan Entitas Anak telah mempekerjakan sebanyak 1.300 penyandang disabilitas dengan berbagai posisi baik di gerai, warehouse maupun office.

Selain itu, dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang siap bekerja sekaligus berkarier di perusahaan ritel modern, Perseroan bekerja sama dengan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) untuk membuat program yang terdiri dari rangkaian aktivitas terintegrasi antara proses pemenuhan kompetensi siswa dengan konsep Vocational Education On Entrepreneurship.

Anggara Hans Prawira, Presiden Direktur Perseroan menambahkan, “Perseroan secara konsisten mengutamakan penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) dalam menjalankan bisnisnya. Prinsip-prinsip GCG diintegrasikan ke dalam setiap aspek operasional dan pengambilan keputusan, dari tingkat manajerial hingga tingkat terendah dalam organisasi. Perseroan menjunjung tinggi transparansi dalam pengungkapan informasi kepada pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, investor, dan masyarakat umum. Laporan keuangan, kebijakan, dan prosedur Perseroan dipublikasikan secara terbuka dan dapat diakses oleh publik. Selain itu, Perseroan juga memastikan akuntabilitas dengan menetapkan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi setiap anggota tim”.


Comments