28 Jul
Perayaan Hari Anak Nasional selalu jadi momen evaluasi sekaligus menata harapa masa depan anak-anak Indonesia. Dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh pada 26 Juli 2025, Forum Pendidikan Alternatif (FPA) menggandeng sejumlah sanggar yayasan yang berada di Kota Surabaya untuk mengadakan berbagai aksi simpatik untuk memperingati Hari Anak Nasional 2025.
“Kami mengajak anak-anak untuk menyuarakan aspirasi mereka yang selama ini belum terpenuhi, salah satunya dengan long march mengitari Kampung Pulo Wonokromo Surabaya. Mereka membawa poster bertuliskan harapan dan himbauan yang ditujukan kepada masyarakat setempat terkait hak-hak anak-anak dilingkungan tempat tinggal mereka, khususnya kawasan pemukiman padat penduduk,” ujar Dini Larasati Ketua Pelaksana HAN 2025.
Di sisi lain, Laras sapaan akrabnya juga mengeluhkan beberapa fasilitas umum untuk anak-anak bermain kurang layak dan terdapat sejumlah lokasi bermain yang peralatannya rusak.
“Saya pernah terjatuh saat mencoba memainkan alat tersebut di kawasan Taman Suroboyo, setelah saya lihat ada bagian dari ayunan tersebut hilang. Tidak ada tanda atau tulisan himbauan, saya pikir baik-baik saja. Selain itu banyak coretan-coretan yang mengotori tempat permainan tersebut. Oleh karena itu, untuk mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak ini perlu juga pemerataan fasilitas yang dapat diakses oleh anak-anak,” ujar siswi SMK 10 Surabaya.
Fasilitas umum yang minim untuk anak-anak juga terdapat dibeberapa wilayah Surabaya, salah satunya di kawasan Kecamatan Sawahan. Minimnya aset lahan Pemerintah Kota Surabaya di kawasan tersebut membuat sejumlah program unggulan yang dapat dijadikan tempat bermain dan berkegiatan untuk anak-anak kecil kemungkinan untuk diwujudkan.
“Kita kemarin sempat meresmikan sanggar Rumah Bukit milik salah satu warga yang memberikan kursus gratis untuk anak-anak belajar melukis. Ya, sementara ini nimbrung dulu di rumah warga karena memang tidak ada tempat dan lahannya juga kurang. Kami punya aula dikantor Kecamatan tetapi tidak akan cukup untuk menampung ratusan anak. Selain itu, kordinasi dengan Pemerintah untuk mencarikan aset lahan yang dapat dijadikan fasilitas untuk anak-anak masih terdapat kendala birokrasi,” ujar Amiril Hidayat Camat Sawahan saat ditemui dalam kegiatan Puncak Hari Anak Nasional 2025 di Gedung Widya Kartika Surabaya.
Puncak Hari Anak Nasional 2025 berkolaborasi dengan sejumlah sanggar kelompok belajar di seluruh Kota Surabaya. Mereka menampilkan tari-tarian, drama kolosal hingga bernyanyi didampingi oleh orang tua dan guru sanggar.(Dipta Wahyu)