Heboh Isu Remaja di Grobogan Tewas karena Perang Sarung, Ini Penjelasan Polisi

3 hours ago

Ilustrasi perang sarung. Foto: Fikri Prayogi Ardiansyah/Shutterstock

Seorang remaja berinisial Z (16 tahun) asal Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, disebut meninggal karena perang sarung dengan teman-temannya.

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budiyanto, membenarkan adanya satu korban meninggal akibat peristiwa tersebut, namun penyebab kematian korban, apakah karena perang sarung atau tidak, masih dalam pengecekan.

“Karena informasi yang kami dapat, korban berkelahi satu lawan satu. Kalau perang jumlahnya banyak. Tetapi saat itu korban dan teman-temannya memang memakai sarung,” katanya saat dihubungi kumparan, Kamis (26/2).

Sepakat Duel

Menurut AKP Rizky Ari Budiyanto, korban saling kenal dengan tujuh rekannya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (25/2) pukul 22.30 WIB di lapangan sepak bola setempat.

“Informasi yang kami temukan, awalnya korban dan teman-temannya iseng saja. Tidak ada notifikasi khusus. Mereka habis buka bersama lalu pulang, kemudian sepakat berkelahi di lapangan sepak bola,” sambungnya.

Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD dr Soedjati Purwodadi. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia.

Pihak kepolisian masih mendalami penyebab kematian korban. Pada tubuh korban ditemukan luka di bagian tengkuk.

“Kami masih menunggu keterangan dari dokter forensik untuk informasi lebih lengkap,” terangnya.

Polisi Cek Juga Rekayasa Kecelakaan

Terkait kabar adanya rekayasa yang dilakukan teman korban, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Kabar yang berkembang di sejumlah media menyebut rekan korban merekayasa seolah-olah korban meninggal karena kecelakaan.

“Soal informasi rekayasa tersebut kami belum mengetahui secara pasti. Kemungkinan itu yang menyampaikan pihak keluarga. Kami masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

7 Remaja Diamankan

Saat ini, Polres Grobogan telah mengamankan tujuh remaja yang sebelumnya bersama korban. Pemeriksaan masih dilakukan hingga hari ini.

“Pendalaman meliputi peran masing-masing dari tujuh anak itu supaya kami mengetahui kronologinya. Alat bukti juga kami kumpulkan,” jelasnya.

Menurutnya, kejadian yang diduga perang sarung ini baru pertama kali terjadi di lokasi tersebut pada momen Ramadan tahun ini. Pihaknya meminta orang tua turut mengawasi anak saat hendak keluar rumah.

“Kalau anak bilang mau pergi, sebaiknya dipastikan dahulu kebenarannya,” ujarnya.

Polres Grobogan berencana memperketat patroli di sejumlah lokasi rawan. Hal itu bertujuan mencegah terjadinya perang sarung, tawuran, perang air, dan aksi lainnya.

“Pasti kami tingkatkan patroli di jam-jam rawan di berbagai titik,” imbuhnya.


Comments