Kota Tua Punya Destinasi Kuliner Baru yang Terinspirasi Jalur Rempah Masa Lalu

Last modified: 9 hours ago

Midnight Tiger. Foto: Dok. House of Tugu Jakarta

Kawasan Kota Tua Jakarta bakal memiliki destinasi kuliner dan hiburan malam baru. Mulai 26 Juni 2026, House of Tugu Old Town Jakarta menghadirkan De Tiger, sebuah speakeasy bar yang mengangkat kisah perdagangan maritim, budaya Peranakan, hingga jejak jalur rempah yang pernah berkembang di kawasan Sunda Kelapa dan Kali Besar.

Berlokasi di bangunan kolonial bersejarah di Kali Besar Barat, De Tiger mengajak pengunjung menyelami suasana Batavia lama melalui perpaduan cerita sejarah, sajian kuliner, dan racikan minuman yang terinspirasi dari komoditas perdagangan masa lampau.

Kawasan Kali Besar sendiri pernah menjadi pusat aktivitas perdagangan internasional. Kapal-kapal dari berbagai negara membawa rempah-rempah, kopi, teh, sutra, hingga porselen ke pelabuhan Sunda Kelapa, menjadikan kawasan ini sebagai titik pertemuan berbagai budaya.

Midnight Katsu Burger. Foto: Dok. House of Tugu Jakarta

Nuansa tersebut diterjemahkan ke dalam menu yang terbagi dalam beberapa tema, masing-masing menghadirkan kisah berbeda tentang kehidupan Batavia tempo dulu. Beberapa racikan minuman terinspirasi dari komoditas yang pernah melintasi jalur perdagangan Nusantara, seperti kopi, gula, dan rempah-rempah.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah 100 Karung Kopi, koktail yang terinspirasi dari kisah kopi sebagai komoditas penting pada masa perdagangan kolonial. Ada pula Gedoeng Goelo Matjan, minuman yang terinspirasi dari sejarah industri gula di Batavia.

House of Tugu Jakarta. Foto: Dok. House of Tugu Jakarta

Tak hanya menawarkan minuman, De Tiger juga menghadirkan menu makanan yang memadukan cita rasa Jawa, Peranakan, dan pesisir. Salah satu hidangan andalannya adalah Midnight Katsu Burger with Curry Leaf Slaw, yang menggabungkan katsu renyah dengan aroma daun kari sebagai refleksi pengaruh rempah dalam sejarah kuliner Nusantara.

Nama De Tiger sendiri diambil dari kisah Merem, seekor harimau Jawa bermata satu yang pernah menjadi bagian dari keluarga pengusaha legendaris Oei Tiong Ham pada awal abad ke-20. Cerita Merem kemudian menjadi benang merah yang menghubungkan sejarah kawasan Kali Besar dengan konsep ruang yang dihadirkan saat ini.

Selain pengalaman kuliner, De Tiger juga akan menghadirkan berbagai hiburan malam seperti pertunjukan jazz dan penampilan DJ yang dikurasi secara berkala, memberikan alternatif aktivitas bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Kota Tua setelah matahari terbenam.

Kehadiran De Tiger menambah pilihan destinasi kuliner di kawasan Kota Tua Jakarta, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan perpaduan sejarah, kuliner, dan kehidupan malam dalam satu tempat. Dengan latar bangunan bersejarah dan konsep yang terinspirasi jalur rempah, tempat ini menawarkan cara baru menikmati sisi lain Jakarta lama.