Menhub Buka Posko Angkutan Lebaran 2024 demi Perlancar 193 Juta Pemudik

03 Apr

Menhub Budi Karya saat membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Tahun 2024 di gedung Kemenhub, Jakarta Pusat, Rabu (3/4). Foto: Ainun Nabila/kumparan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Tahun 2024. Hal ini dilakukan demi memperlancar mudik yang diprediksi bakal dilakukan oleh 193 juta orang atau mayoritas penduduk RI.

“Hari ini adalah pembukaan posko angkutan Lebaran terpadu 2024. Saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir yang berkoordinasi dan berkolaborasi untuk hari ini dan beberapa hari ke depan,” ujar Budi Karya di kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Rabu (3/4) pagi.

Tak hanya Kemenhub, sejumlah stakeholder terkait kelancaran mudik juga turut hadir pada pembukaan posko mudik ini. Mulai dari Basarnas, KNKT, Menko PMK, BUMN, BUMS hingga Kakorlantas. Budi menyebut ini menunjukkan koordinasi dan soliditas tiap lembaga terjaga dengan baik.

“Kita tentu berusaha berbuat yang terbaik sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa kita harus melayani masyarakat dan sekiranya kita, semua stakeholder, mendukung amanah Bapak Presiden Jokowi,” ujar Budi.

Tahun ini Kemenhub mengusung tema 'Mudik Ceria Penuh Makna'. Budi berharap tahun ini menjadi mudik aman, nyaman, selamat, dan berkesan.
Menhub Budi Karya saat membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Tahun 2024 di gedung Kemenhub, Jakarta Pusat, Rabu (3/4). Foto: Ainun Nabila/kumparan

Untuk mewujudkan hal ini tentu banyak persiapan yang dilakukan baik untuk pemudik darat, laut, dan udara. Salah satunya adalah menandai titik-titik krusial. Terutama saat terjadi lonjakan pemudik hingga 30 persen.

“Sebelum kita melakukan cara bertindak seperti apa, kita mapping di mana tempat-tempat krusial. Mungkin rekan-rekan juga tahu bahwa titik krusial itu di Cipali, lalu di Merak, lalu di Ketapang,” ujar Budi.

“Tapi di laut juga ada titik krusial yang ada katakanlah di Batam, ada yang di Makassar, Balikpapan, Sulawesi Selatan, dan juga di Madura,” tambahnya.

Untuk jalur udara dan kereta api, menurut Budi, akan relatif aman karena dapat diperhitungkan jumlah pemudik dan fasilitas yang saat ini tersedia.

Menghadapi titik krusial di darat seperti di Cipali, Menhub Budi berujar pihaknya bekerja sama dengan stakeholder terkait sudah menghitung visi rasio kendaraan. Ia juga menerapkan rekayasa lalu lintas seperti one-way dan contraflow.

“Dan kami bersama sudah menetapkan kapan melakukan contraflow, one-way, ganjil-genap. Kakorlantas sudah menetapkan ganjil-genap. Kalau one-way dan contraflow akan dilihat di waktu-waktu bagaimana keadaannya,” ujar Budi.


Comments