Last modified: 13 hours ago
Atmosfer penuh adrenalin menyelimuti Red Bull Cliff Diving World Series Bali 2026 yang resmi memulai babak 1, 2, dan 3, pada Jumat (22/5), di Broken Beach Nusa Penida, Bali.
Sebelum para atlet menantang gravitasi dari ketinggian ekstrem, sebuah tradisi sakral dilakukan tepat di sisi kiri platform loncat. Langkah ini menjadi pembuka yang khidmat bagi salah satu kompetisi olahraga paling bergengsi di dunia tersebut.
Para atlet dunia ini berkumpul menjalani upacara Matur Piuning. Dalam tradisi Hindu Bali, Matur Piuning berasal dari kata "matur" (menyampaikan), dan "pinih uning" (memberi tahu).
Upacara ini bertujuan memohon izin, restu, dan keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), untuk menjaga lokasi tersebut agar acara berjalan lancar tanpa hambatan.
Ritual ini dipimpin oleh seorang pemuka agama Hindu. Dengan sarana berupa Banten Pejati, sang pemimpin upacara merapalkan doa-doa suci atau mantra untuk memohon perlindungan bagi seluruh partisipan.
Salah satu prosesi penting dalam upacara ini adalah pemercikan air suci atau Tirta. Para atlet terlihat menunduk khusyuk saat butiran air suci dipercikkan ke arah mereka.
Selain sebagai simbol pembersihan diri dari energi negatif (panglukatan), prosesi ini jadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang dipercaya menjaga kawasan tersebut, sebelum mereka melaksanakan aksi besar yang berisiko tinggi.
Setelah pemercikan Tirta, tata cara dilanjutkan dengan penyematan Bija atau butiran beras yang telah disucikan pada kening para peserta.
Penggunaan Bija ini melambangkan benih kebaikan, kebijaksanaan, dan ketenangan pikiran. Hal ini diharapkan dapat memberikan fokus maksimal bagi para atlet, saat mereka melompat dari ketinggian puluhan meter menuju permukaan air.
Pemandangan ini menunjukkan betapa kuatnya kedekatan para atlet internasional dengan lokalitas Bali. Meski berasal dari berbagai belahan dunia, mereka menunjukkan rasa hormat dan antusiasme yang luar biasa.
Keseriusan terpancar dari wajah para atlet selama prosesi, menandakan bahwa aspek spiritualitas Bali telah menyentuh hati mereka sebelum beraksi.
Keselarasan antara olahraga ekstrem dan tradisi lokal ini memberikan warna unik bagi penyelenggaraan kompetisi Red Bull Cliff Diving di Pulau Dewata.
Kehadiran upacara Matur Piuning menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya dipersiapkan melalui medis dan teknis canggih, tetapi juga melalui harmoni spiritual dengan alam sekitar.
Jangan lewatkan keseruan aksi para atlet kelas dunia ini yang akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Red Bull hari ini.
Kompetisi akan dilanjutkan dengan ronde empat pada Sabtu (23/5), sekaligus pengumuman para juara yang akan naik podium.