Pimpinan DPR Minta Revitalisasi Sekolah Harus Merata: Negeri-Swasta Setara

Last modified: 6 hours ago

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto: Bagus Ahmad Rizaldi/ANTARA

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendorong Pemerintah mempercepat program revitalisasi sekolah dan memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas agar seluruh anak, baik di perkotaan maupun daerah terpencil, memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Cucun menilai kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup anak-anak Indonesia.

“Maka peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum untuk menjadikan kesejahteraan anak sebagai ukuran kesejahteraan rakyat,” kata Cucun, Sabtu (25/7).

Ia berpandangan, pembangunan kesejahteraan masyarakat dapat tercermin dari kondisi anak-anak Indonesia yang sehat, berpendidikan, dan memiliki kesempatan berkembang secara optimal.

“Anak-anak kita harus tumbuh dalam kondisi sehat, terbebas dari stunting dan masalah mental, memiliki kesempatan untuk bersekolah dengan baik, hidup dalam lingkungan yang aman, serta memiliki kesempatan berkembang secara optimal sebagai generasi penerus,” tuturnya.

Menurut Cucun, masih adanya persoalan stunting, putus sekolah, kekerasan terhadap anak, bullying, hingga kemiskinan menjadi tantangan yang harus diatasi secara bersama-sama melalui kebijakan pemerintah, pengawasan DPR, dan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Baik kebijakan Pemerintah, pengawasan DPR, maupun kerja-kerja seluruh elemen bangsa harus bisa memastikan setiap tantangan bagi anak-anak dapat segera diselesaikan,” jelas Cucun.

Ia pun mendorong agar peningkatan kualitas hidup anak menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur keberhasilan kebijakan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itu, kami mendorong agar Pemerintah menjadikan peningkatan kualitas hidup anak sebagai salah satu ukuran utama dalam mengevaluasi keberhasilan kebijakan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Waketum PKB tersebut.

Cucun juga menilai kebijakan negara harus memberikan dampak nyata terhadap perlindungan sosial keluarga, perbaikan gizi, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga tersedianya lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

“Dan kami meyakini, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan selalu berupaya menghadirkan program-program yang mendukung perkembangan anak-anak,” sebut Cucun.

Waketum PKB itu menegaskan setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

“Pendidikan adalah hak dasar setiap anak Indonesia, semua anak berhak memperoleh kesempatan untuk bisa bersekolah dengan baik,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah, termasuk melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah serta pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.

“Bagaimana semua anak mendapatkan kualitas pendidikan yang sama. Pemerintah juga perlu memberi perhatian terhadap perbaikan sarana prasarana sekolah exsisting yang masih kurang dan memastikan ketersediaan guru di seluruh wilayah,” urai Cucun.

Revitalisasi sekolah-sekolah di daerah di Gorontalo. Foto: Bakom RI

Cucun menyoroti masih banyaknya persoalan pendidikan, mulai dari sekolah negeri yang kekurangan murid, bangunan sekolah yang rusak, hingga krisis guru yang belum terselesaikan.

“Maka penting sekali agar kualitas pendidikan semakin diprioritaskan, termasuk menjamin infrastruktur serta fasilitas pendukung seperti transportasi, akses jalan dan jembatan menuju ke sekolah. Kesejahteraan guru pun perlu ditingkatkan karena untuk pendidikan yang baik, faktor guru menjadi salah satu hal penting,” tegasnya.

Ia pun meminta program revitalisasi sekolah terus dipercepat dan menjangkau seluruh daerah tanpa membedakan status sekolah.

“Program revitalisasi harus terus menyasar sekolah di daerah-daerah, dan jangan sampai ada diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta. Kualitas belajar mengajar yang baik akan menghasilkan generasi unggul,” sambung Cucun.

Selain itu, Cucun menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut memerlukan evaluasi berkala agar manfaatnya semakin optimal dalam meningkatkan kualitas gizi anak.

“MBG merupakan sebuah program besar yang baru, sehingga diperlukan evaluasi berkala untuk menyempurnakannya,” ucap Legislator dari Dapil Jawa Barat II itu.

Ia mengatakan tujuan MBG adalah memastikan setiap anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang baik sehingga terbebas dari stunting dan tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul.

“Sehingga kami mendukung evaluasi menyeluruh pada program MBG seperti arahan bapak Presiden. Dengan memperbaiki apa-apa yang kurang serta dengan tata kelola yang semakin baik, kita optimis cita-cita mulia dari MBG akan tercapai,” papar Cucun.

Lebih lanjut, Cucun mendorong pemerintah memperkuat sinergi kebijakan ekonomi, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan wilayah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Tetapi menghasilkan perubahan yang nyata dalam kehidupan anak dan keluarga. Sudah menjadi kewajiban Negara untuk memastikan anak-anak Indonesia memiliki ruang aman dan sehat dalam kehidupan mereka,” tambahnya.

Ia menegaskan DPR akan terus mengawal berbagai program pemerintah agar anggaran yang dialokasikan benar-benar meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak.

“Kami di DPR RI akan terus mengawal setiap program dan memastikan bahwa setiap alokasi anggaran serta kebijakan Pemerintah benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup anak,” ucap Cucun.

Menurut Cucun, pembangunan yang berhasil harus mampu menciptakan peluang bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul.

“Maka paradigma yang melihat kesejahteraan rakyat harus dimulai dari kesejahteraan anak harus menjadi peta jalan dalam pembangunan nasional,” katanya.

“Ketika setiap anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan mendapat gizi secara layak, belajar dengan baik, dan hidup dalam lingkungan yang aman serta jauh dari kekerasan dan bullying, maka sesungguhnya negara sedang membangun fondasi kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuh Cucun.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya melindungi anak dari dampak negatif perkembangan teknologi dan disrupsi informasi.

“Di sini, lagi-lagi menjadi tugas kita bersama untuk memastikan anak-anak terhindar dari dampak buruk perkembangan zaman,” ujarnya.

“Pemerintah harus memberikan regulasi yang efektif, DPR melakukan pengawasan serta dukungan anggaran, dan keluarga bersama satuan pendidikan menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak dari pengaruh buruk teknologi,” tutup Cucun.