PT Timah (TINS) Cetak Laba Bersih RP 29,55 Miliar di Kuartal I 2024

18 days ago

Suasana Unit Metalurgi Muntok, smelter pengolahan timah PT Timah Tbk. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) membukukan laba bersih Rp 29,55 miliar di kuartal I 2024. Laba bersih ini anjlok 41,2 persen dari periode yang sama tahun 2023 lalu yang mencapai Rp 50,27 miliar.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani, mengatakan perusahaan memanfaatkan momentum kenaikan harga logam timah imbas penurunan stok di London Metal Exchange (LME) dan Shanghai (SMM), serta gangguan politik di negara-negara pengekspor logam timah.

“Fokus perseroan pada peningkatan produksi melalui penambahan alat tambang dan pembukaan lokasi baru, strategi recovery plan serta program efisiensi berkelanjutan secara perlahan berimbas pada perbaikan kinerja keuangan Perseroan sehingga membukukan laba positif di kuartal I 2024,” ujarnya, Kamis (2/5).

PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp 2,06 triliun, menurun 5,3 persen dari Rp 2,17 triliun di kuartal I 2023, di tengah kenaikan harga jual rata-rata logam timah sebesar 1,9 persen dari USD 26.573 per metrik ton di kuartal I 2023 menjadi USD 27.071 per metrik ton di kuartal I 2024.

Perseroan juga mencatat penurunan harga pokok pendapatan sebesar 7,7 persen, dari Rp 1,91 triliun di kuartal I 2023 menjadi Rp 1,76 triliun di kuartal I 2024.

Pada periode ini, PT Timah membukukan laba usaha sebesar Rp 69,7 miliar, lebih tinggi dari kuartal I 2023 sebesar Rp 21,3 miliar dengan pencapaian EBITDA sebesar Rp 335 miliar atau 101 persen dari kuartal I 2023 sebesar Rp 333 miliar.

"Sehingga, di kuartal I 2024 Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 29,55 miliar," kata Fina.

Posisi nilai aset perseroan pada kuartal I 2024 sebesar Rp 12,82 triliun. Sementara posisi liabilitas sebesar Rp 6,46 triliun, turun 2,35 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2023 sebesar Rp6,61 triliun dikarenakan berkurangnya interest bearing debt dan beban aktual.

Sementara itu, posisi ekuitas perseroan sebesar Rp 6,37 triliun, naik 2,01 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2023 sebesar Rp 6,24 triliun.

Indikator keuangan perseroan menunjukkan hasil yang baik, terlihat dari beberapa rasio keuangan penting di antaranya Quick Ratio sebesar 23,2 persen, Current Ratio sebesar 143,5 persen, Debt to Asset Ratio sebesar 50,3 persen, dan Debt to Equity Ratio sebesar 101,4 persen.

View post on Instagram
 

Kinerja Operasi

Sampai dengan kuartal 1 2024, TINS mencatat produksi bijih timah sebesar 5.360 ton atau naik 29,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4.139 ton.

Adapun produksi logam naik 12,7 persen menjadi 4.475 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3.970 ton, sementara penjualan logam timah turun 17 persen menjadi 3.524 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4.246 ton.

Dalam kurun waktu tersebut, PT Timah mencatatkan ekspor timah sebesar 91 persen dengan 6 besar negara tujuan ekspor meliputi Singapura 22 persen, Korea Selatan 14 persen, Amerika Serikat 11 persen, Jepang 9 persen, India 8 persen, dan Belanda 8 persen.


Comments