Rekonstruksi Pembunuhan Perempuan di Kos di Yogya, 4 Tusukan di Leher Mematikan

17 days ago

Polresta Yogyakarta menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Henry Mohammad Ramadan (HMR) alias Asep (30) kepada FD (23) di kos milik Henry di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin (1/4/2024) Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Polresta Yogyakarta menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Henry Mohammad Ramadan (HMR) alias Asep (30) kepada FD (23) di kos milik Henry di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, 24 Februari silam.

Dalam rekonstruksi ini, Henry turut ditampilkan oleh polisi. Dia mempraktikkan 30 lebih adegan.

"Dalam rekonstruksi tadi kurang lebih ada 30-an adegan ya, mulai dari awal penjemputan, penjemputan korban kemudian diajak ke kamar kos, kemudian di dalam kamar kos terjadi pertengkaran, kemudian terjadi penusukan menggunakan pisau, pisau milik tersangka, pisau gunung itu, ditusuk di lehernya kemudian di perutnya di tangannya juga," kata Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, AKP MP Probo Satrio, di lokasi, Senin (1/4).

Polresta Yogyakarta menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Henry Mohammad Ramadan (HMR) alias Asep (30) kepada FD (23) di kos milik Henry di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin (1/4/2024) Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Probo menjelaskan Henry menusuk korban sekali di tangan dan perut. Sementara di leher, Henry empat kali menusuk korban. Tusukan di leher itu kata Probo yang paling mematikan.

"Ya, tentunya di leher (paling mematikan)," kata Prabo.

Sebelum membunuh, Henry ini menenggak minuman keras. Lalu ketika korban tak bernyawa dia bingung.

"Kemudian tersangka membereskan semua barang-barang yang kena darah, yang kena darah dibuang di tempat sampah ini sebanyak dua kali, dua kali kemudian tersangkut baru kabur membawa sepeda motor korban," katanya.

Polresta Yogyakarta menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Henry Mohammad Ramadan (HMR) alias Asep (30) kepada FD (23) di kos milik Henry di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin (1/4/2024) Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Pembunuhan ini bermula dari cekcok antara Henry dan korban. Korban merupakan teman yang dikenal Henry melalui media sosial. Mereka untuk pertama kali bertemu dan berkencan di indekos Henry.

Namun, sesampai di indekos Henry, korban membatalkan kencan ini.

"Setelah sampai di kamar kos ternyata dibatalkan oleh korban. Sehingga terjadi cekcok akhirnya marahlah," kata Probo.

Dari hasil penyelidikan polisi, tidak ditemukan upaya pemerkosaan maupun persetubuhan.

"Tidak ada, tidak ada pemerkosaan, persetubuhan juga tidak ada," kata Probo.

Pisau yang digunakan untuk membunuh kemudian dibuang di daerah Cicalengka saat Henry melarikan diri. Probo mengatakan Henry dijerat pembunuhan berencana karena telah menyiapkan pisau di kamarnya.

Ancaman maksimalnya hukuman mati," kata Probo.

Comments