RS PKU Muhammadiyah di DIY Gelontorkan Rp4,5 M untuk Biayai Kurban 1.204 Pegawai

Last modified: 10 hours ago

Tiga RS PKU Muhammadiyah di Jogja membiayai kurban seluruh pegawainya hingga menghabiskan biaya Rp4,5 milia. Foto: Dok. Istimewa

Tiga Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di DIY menggelontorkan dana lebih dari Rp4,5 miliar untuk program THR Kurban Idul Adha 1447 Hijriah bagi 1.204 pegawainya. Tiga rumah sakit itu di antaranya RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, PKU Muhammadiyah Gamping, dan PKU Muhammadiyah Sleman.

Melalui program tersebut, setiap pegawai menerima dana sekitar Rp3,6 juta untuk membeli hewan kurban yang kemudian wajib disalurkan di lingkungan atau daerah asal masing-masing.

Humas RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Alfis Khoirul Khisholi, mengatakan program itu menjadi bentuk komitmen rumah sakit dalam syiar dakwah sekaligus rasa syukur pegawai.

“Manajemen memberikan dana yang layak untuk berkurban sehingga semua pegawai bisa berkurban,” kata Alfis saat dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (29/5).

Tiga RS PKU Muhammadiyah di Jogja membiayai kurban seluruh pegawainya hingga menghabiskan biaya Rp4,5 milia. Foto: Dok. Istimewa

Total anggaran tahun ini mencapai Rp4.507.500.000, terdiri dari Rp1.867.500.000 untuk 498 pegawai PKU Yogya, Rp2.283.750.000 untuk 611 pegawai PKU Gamping, dan Rp356.250.000 untuk 95 pegawai PKU Sleman.

Program berlaku untuk seluruh level pekerja, mulai dari staf, supervisor, manajer, hingga jajaran struktural lainnya. Dana kurban ditransfer langsung ke rekening pegawai.

Setelah membeli hewan kurban, pegawai diwajibkan melaporkan bukti pembelian, foto hewan, lokasi penyaluran, hingga bukti penyerahan hewan kurban kepada rumah sakit.

Menurut Alfis, program tersebut juga menjadi bagian dari bina lingkungan rumah sakit karena hewan kurban disalurkan langsung ke masyarakat di berbagai daerah tempat pegawai tinggal.

“Harapannya ini menjadi bagian dari syiar dan bina lingkungan rumah sakit melalui pegawai yang menyalurkan hewan kurban di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Tiga RS PKU Muhammadiyah di Jogja membiayai kurban seluruh pegawainya hingga menghabiskan biaya Rp4,5 milia. Foto: Dok. Istimewa

Selain bantuan kurban untuk pegawai, rumah sakit juga memotong infak sebesar 2,5 persen dari bantuan tersebut untuk program Tebar Kurban atau Kurban Bersama Pegawai. Tahun ini, dari hasil potongan tersebut terkumpul tiga ekor sapi dan 22 ekor kambing yang disalurkan ke masjid, sekolah, dan lembaga yang membutuhkan.

PKU Muhammadiyah juga menyembelih sekitar 11 ekor sapi di tiga rumah sakit PKU di DIY. Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar rumah sakit seperti tukang becak, pedagang kaki lima, petugas parkir, cleaning service, dan warga kurang mampu.

Alfis menyebut program “PKU Tebar Hewan Kurban” telah berjalan sejak 2008 atau memasuki tahun ke-18. Namun, skema pemberian dana penuh kepada seluruh pegawai baru diterapkan dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, bantuan masih berbentuk subsidi kurban.

“Kalau dulu masih subsidi, sekarang full semua pegawai wajib berkurban, kurang lebih sejak 5 tahun terakhir” katanya.