Rumah Eks Wali Kota Surabaya Disatroni Maling, 1 Bolpoin Dibawa Kabur

Last modified: 3 hours ago

Ilustrasi pencurian. Foto: krisanapong detraphiphat/Getty Images

Rumah mantan Wali Kota Surabaya, Raden Soekotjo Sastrodinoto, di Jalan Kartini, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, disatroni maling. Dua orang tak dikenal masuk ke rumah Wali Kota Surabaya periode 1965-1974 tersebut.

Menurut salah satu cucu Soekotjo, pencurian itu terjadi pada Jumat (5/6) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, dua asisten rumah tangga (ART) menghubungi dan melaporkan peristiwa tersebut.

Kedua ART itu baru mengetahui rumah tersebut dibobol maling saat melihat salah satu kamar dalam keadaan acak-acakan sekitar pukul 16.30 WIB.

Keluarga kemudian memeriksa rekaman CCTV dan terlihat dua orang masuk ke dalam rumah.

"Kejadian kurang lebih jam 1 siang. Ada dua ART di rumah yang baru sadar sekitar jam 16.30 WIB. Mereka waktu jalan ke depan lihat kamar sudah terbuka, barang berantakan, lemari berantakan. Kamar ART ada di belakang," ujar NW--narasumber meminta namanya disamarkan--saat dikonfirmasi, Rabu (10/6).

NW menyampaikan, dua pria tersebut berboncengan menggunakan sepeda motor. Satu pelaku mengenakan jaket berwarna hitam, celana panjang biru muda, helm bermotif garis merah, dan masker.

Sementara rekannya mengenakan jaket berwarna hitam, celana panjang biru muda, helm bermotif garis kuning, sandal jepit, serta tanpa masker.

"Salah satu pelaku terlihat berkulit sawo matang. Satunya pakai masker, tidak terlihat," ucapnya.

NW menduga kedua pelaku masuk ke dalam rumah dengan merusak gembok menggunakan alat yang dibawa dan mencongkel pintu rumah.

"Satu pelaku mencongkel pagar, pagar ada gemboknya. Lalu satu pelaku lainnya datang. Kemudian pintu ruang tamu juga dicongkel. Terlihat dari CCTV pelaku memakai kayak besi agak panjang gitu," katanya.

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, terduga pelaku lalu menyisir dua kamar utama dan mengobok-obok isi lemari serta laci.

Namun, mereka tidak menemukan barang berharga untuk diambil. Hanya satu set bolpoin merek Parker yang mereka gondol.

"Sampai detik ini sepertinya barang berharga tidak hilang karena sudah kami pindahkan semua. Yang terlihat hanya satu set bolpoin Parker punya Yangkung (kakek)," ucapnya.

kumparan berusaha menghubungi Kapolsek Tegalsari Surabaya, AKP Pandhu Andhika Bimantara, namun belum memberikan respons.