Tangisan Pendukung Tom Lembong atas Vonis 4,5 Tahun Penjara

18 Jul

Pendukung Tom Lembong menangis usai mendengar vonis 4,5 tahun penjara untuk Tom Lembong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (18/7/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sidang mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, di Pengadilan Tipikor Jakarta tidak hanya dihadiri kerabat dan istrinya. Area sidang itu dipadati pendukung baik dari emak-emak hingga anak muda.

Pantauan di luar sidang, Jumat (18/7), setelah Majelis Hakim menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara, Tom Lembong meninggalkan ruang sidang. Di luar sejumlah anak muda dengan membawa spanduk bertuliskan Kalau Tom Lembong Dikriminalisasi, Apalagi Rakyat Biasa?

Para anak muda itu juga melakukan orasi dukungan terhadap Tom Lembong. Tak diketahui asal organisasi mereka. Anak muda itu juga tampak menangis. Salah satunya, seorang perempuan berkerudung cokelat muda menutup wajahnya sambil terisak.

Ia bukan satu-satunya. Dua temannya berdiri di sisi kanan-kirinya, tampak mencoba menenangkannya, meski mata mereka sendiri mulai basah.

“Kita kemarin sempat membuat video ajakan untuk sidang Pak Tom Lembong, alhamdulillah banyak yang datang dan mendukung, ya posternya memang disediain,” ujar salah satu dari mereka sambil menyeka air mata.

“Kita enggak ada nama grup, jadi memang murni dari pendukung Pak Tom aja,” lanjutnya.
Momen Tom Lembong peluk istrinya, Franciska Wihardja, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (18/7/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Kelompok ini menyebut aksi mereka lahir dari kesadaran pribadi. Tidak ada struktur, tidak ada panitia, dan tidak ada komando. Hanya komunikasi yang tumbuh organik lewat media sosial.

Mereka mengikuti rangkaian sidang, membagikan ajakan di sosial media, dan mencetak materi dukungan berupa poster.

Meski tak lantang bersuara seperti kelompok emak-emak dari Koalisi Nasional Perempuan Republik Indonesia (KNPRI) yang juga hadir, kehadiran anak-anak muda ini terasa berbeda. Mereka memilih diam saat sidang berlangsung, namun suara mereka keluar dalam bentuk ekspresi yang lebih senyap.

Emak-emak pendukung Tom Lembong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (18/7/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Comments